"First tell me, after that..i know that and i do that" Sarjana Pendidikan lulusan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung (UPI) tahun 2011 ini setelah lulus kuliah sempat bekerja di sebuah bank BUMN di kota Bandung dan beliau memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Agam pada tahun 2013. Sekembalinya di kampung halaman bukanlah hal yang mudah dan menyenangkan karena tidak ada pekerjaan yang dapat dilakukannya. Oleh karena itu Sridara Dsofina Mufni yang biasa dipanggil Dara ini memutuskan untuk memulai usaha. Pada Januari 2013, Dara mulai usaha percetakan spanduk dan kartu undangan dengan modal yang awalnya dari pinjaman keluarga. Pertemuan dengan teman lamanya mengantarkan Dara pada Tenaga Kerja Sarjana (TKS) Pendamping yang merupakan perogram dari Direktorat Perluasan Kesempatan Kerja dan Pengembangan Tenaga Kerja Sektor Informal. Informasi yang didapatnya dari berbagai sumber bahwa program TKS bertujuan membentuk wirausaha yang berasal dari tenaga sarjana. Hal ini menimbulkan tantangan tersendiri pada dirinya untuk menjadi wirausaha apalagi dengan adanya bimbingan dan pelatihan dalam pendampingan. Bayangan untuk menjadi wirausaha mendorong dirinya untuk menjadi TKS. Setelah lulus seleksi pada tingkat Kabupaten dan Propinsi maka Dara pun mengikuti kegiatan Pendayagunaan Tenaga Kerja Sarjana (TKS) di Provinsi Sumatera Barat. Kelompok dampingan pertama adalah kelompok eks Program Dirjen Lattas Kemenakertrans di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam. Kelompok tersebut sebelumnya telah dilatih teknis produksi pangan olahan berbasis labu kuning yang banyak tersedia di lokasi dampingan. Jarak lokasi dampingan dari kediaman Dara sekitar 70 Km, waktu tempuh yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi dampingan sekitar 3 jam dan seringkali Dara harus menginap di lokasi dampingan jika cuaca tidak memungkinkan untuk kembali ke rumah. jarak lokasi dampingan yang relatif jauh menyebakbakn daya tahan tubuh Dara menurun dan Dara pernah mengalami beberapa kali      sakit. Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat iklas Dara dalam melakukan pendampingan dan terus melakukan pendampingan, pernah pada suaktu waktu Dara mengalami Sakit yang mengharuskan dia beristirahat total dan tidak memungkinkan Dara untuk melakukan pendampingan kelokasi tetapi walaupun kondisi Dara demikian dia terus melakukan pendampingan kelompok dengan cara kelompok dampingan terus dipantau oleh Dara melalui telpon. Mendampingi kelompok usaha tanpa menjadi wirausaha mandiri menurut Dara sama artinya dengan menjadi guru tanpa contoh teladan. Dara pun semakin mantap merintis usaha percetakan miliknya, Usaha percetakannya meliputi pembuatan kartu undangan, aksesoris dan spanduk yang lambat laun Dara mulai merintis usaha perdagangan Jilbab dan busana muslim hasil dari produksi UKM dampingannya. Analisa atas potensi sumber daya lokal mendorong dara untuk menginisiasi pengembangan kerajinan kulit kerang yang tersedia secara melimpah di Desa Tiku karena banyak penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Usaha ini masih ditambah dengan semangat untuk menjadi wirausaha mandiri. Bersama salah satu TKS di Kabupaten Agam, usaha Dara bertambah lagi dengan membuka jasa bimbingan belajar. DARA-01763 Semua Usaha dan upaya yang dilakukan Dara merupakan panggilan jiwa sebagai seorang TKS yang memiliki tugas utama yaitu mendampingi kelompok usaha dalam masyarakat dan menjadi wirausaha mandiri, ketika banyak TKS menjadi risau setelah masa penugasan berakhir Dara justru menjadi wirausaha Mandiri dan tetap melakukan pendampingan masyarakat walaupun sudah tidak terikat lagi menjadi TKS Nakertrans. Upaya Dara untuk menjadi wirausaha mandiri disatu dan menjadi pendamping UKM/IKM disisi lain tidak membuat motivasinya menurun. Jika masa penugasan sebagai TKS berakhir, tekad Dara untuk mendampingi Kelompok Masyarakat tak akan surut, Dara bertekad menjadi pendamping swadaya mendampingi kelompok yang selama ini menjadi dampingannya. "Kami sedih jika Dara tidak lagi bertugas mendampingi kami lagi, selama ini selain memberikan semangat, kami diajari pembukuan usaha dan dibuatkan proposal ke pemerintah dan BRI" ujar Sahrudin Tanjung, salah satu anggota kelompok binaan yang didampingi Dara.(*AS_MID)